Inilah Bocah yang Diyakini Tergendut di Dunia
Azis Turindra |
Jumat, 13/05/2011 17:23 WIB
West Bengal - Menakjubkan, begitulah kiranya jika ada seseorang melihat gadis kecil asal India ini. Dengan tinggi badan 104.14 centimeters dan berat mencapai 91.2 kg, ia diyakini menjadi salah satu anak paling gemuk di dunia.
Suman Khatun (6), dari Bengal Barat, India, akan memakan dua piring besar nasi, dua piring ikan goreng, dua telur goreng dan beberapa omelet dan semua itu hanya untuk makan siang, setelah dua kali sarapan biskuit, nasi pisang, dan telur.
Suman yang memiliki berat lima kali lebih besar dari anak seusianya ini, mampu menghabiskan makanan dalam jumlah besar dalam seminggu. Jika ditaksir, jumlah ini sama dengan memberi makan warga seluruh desanya. Dalam satu minggu Suman dapat menghabiskan 14 kg beras, 8 kg kentang, 8 kg ikan dan sekitar 180 pisang, masih ditambah dengan mengemil permen favorit Bengali dan kue krim. Berat Suman saat ini sama dengan legenda basket Michael Jordan pada masa jayanya.
Sehari-hari, Suman akan menghabiskan sepanjang harinya dengan duduk di depan televisi atau menonton bersama kakaknya Shabnam, 13, atau bermain dengan teman-teman tetangga, seperti dilansir dailymail, Jumat (13/5/2011).
Sang ibu, Beli Bibi (32), tidak yakin seberapa banyak putrinya makan, sebab segera setelah makan siang, ia akan menahan anaknya agar tidak main, dengan tujuan tidak meminta lebih banyak makanan dari tetangga. "Dia lapar sepanjang waktu dan apa yang akan dia lakukan ketika lapar? Satu-satunya senjata adalah menangis. Saya tidak suka melihat anak perempuan saya jadi sedih. Jadi saya beri makan terus saja dia," ujar Beli Bibi.
Suman lahir dalam kondisi sehat dengan berat 3,8 kilograms. Selera makannya mulai tumbuh pada saat dia mulai minum susu. Ayahnya, Jalal (38), hanya menghasilkan US$ 26 dalam seminggu sebagai petani, dan uang ini hampir seluruhnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan Suman. Terkadang anggota keluarga lain harus rela menahan lapar. "Susu mahal di India dan aku tidak mampu membeli sebanyak itu, apalagi ketika ia masih bayi, "kata Jalal.
Sang ibu telah berupaya mengendalikan nafsu makan Suman, tetapi apa daya, semuanya tidak berhasil. "Saya sudah mencoba hampir semua cara untuk mengendalikan nafsu makan Suman, tapi dia selalu menangis sehingga saya tidak punya pilihan, selain untuk memberikan makan," ujarnya.
Bahkan sang ibu pernah mencoba menerapkan diet ketat bagi anaknya, namun yang terjadi Suman malah memakan lumpur. "Saya sudah mencoba memberikan diet ketat, tapi dia kemudian bergulung di lantai dan mulai makan lumpur sebagai gantinya. Saya tidak bisa membiarkan anak saya makan lumpur. Jadi aku akhirnya memberikan makanannya lebih," terangnya.
Terkadang sang ibu malu terhadap kelakuan anaknya yang terus merengek minta makan di jalan seperti seorang anak kelaparan. "Saya merasa sangat malu ketika dia bermain di luar dan menuntut lebih banyak makanan. Ia terlihat seperti anak kelaparan, kemudian tetangga saya merasa kasihan padanya sehingga mereka memberi makan dia juga," pungkasnya.
Sementara itu, seorang dokter keluarga, Subodh Bandyopadhyay (35), yang merawat Suman sejak ia masih bayi, mengatakan bahwa pertumbuhan Suman tidak lazim dan orang tua Suman harus mengambil tindakan serius.
Suman Khatun (6), dari Bengal Barat, India, akan memakan dua piring besar nasi, dua piring ikan goreng, dua telur goreng dan beberapa omelet dan semua itu hanya untuk makan siang, setelah dua kali sarapan biskuit, nasi pisang, dan telur.
Suman yang memiliki berat lima kali lebih besar dari anak seusianya ini, mampu menghabiskan makanan dalam jumlah besar dalam seminggu. Jika ditaksir, jumlah ini sama dengan memberi makan warga seluruh desanya. Dalam satu minggu Suman dapat menghabiskan 14 kg beras, 8 kg kentang, 8 kg ikan dan sekitar 180 pisang, masih ditambah dengan mengemil permen favorit Bengali dan kue krim. Berat Suman saat ini sama dengan legenda basket Michael Jordan pada masa jayanya.
Sehari-hari, Suman akan menghabiskan sepanjang harinya dengan duduk di depan televisi atau menonton bersama kakaknya Shabnam, 13, atau bermain dengan teman-teman tetangga, seperti dilansir dailymail, Jumat (13/5/2011).
Sang ibu, Beli Bibi (32), tidak yakin seberapa banyak putrinya makan, sebab segera setelah makan siang, ia akan menahan anaknya agar tidak main, dengan tujuan tidak meminta lebih banyak makanan dari tetangga. "Dia lapar sepanjang waktu dan apa yang akan dia lakukan ketika lapar? Satu-satunya senjata adalah menangis. Saya tidak suka melihat anak perempuan saya jadi sedih. Jadi saya beri makan terus saja dia," ujar Beli Bibi.
Suman lahir dalam kondisi sehat dengan berat 3,8 kilograms. Selera makannya mulai tumbuh pada saat dia mulai minum susu. Ayahnya, Jalal (38), hanya menghasilkan US$ 26 dalam seminggu sebagai petani, dan uang ini hampir seluruhnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan Suman. Terkadang anggota keluarga lain harus rela menahan lapar. "Susu mahal di India dan aku tidak mampu membeli sebanyak itu, apalagi ketika ia masih bayi, "kata Jalal.
Sang ibu telah berupaya mengendalikan nafsu makan Suman, tetapi apa daya, semuanya tidak berhasil. "Saya sudah mencoba hampir semua cara untuk mengendalikan nafsu makan Suman, tapi dia selalu menangis sehingga saya tidak punya pilihan, selain untuk memberikan makan," ujarnya.
Bahkan sang ibu pernah mencoba menerapkan diet ketat bagi anaknya, namun yang terjadi Suman malah memakan lumpur. "Saya sudah mencoba memberikan diet ketat, tapi dia kemudian bergulung di lantai dan mulai makan lumpur sebagai gantinya. Saya tidak bisa membiarkan anak saya makan lumpur. Jadi aku akhirnya memberikan makanannya lebih," terangnya.
Terkadang sang ibu malu terhadap kelakuan anaknya yang terus merengek minta makan di jalan seperti seorang anak kelaparan. "Saya merasa sangat malu ketika dia bermain di luar dan menuntut lebih banyak makanan. Ia terlihat seperti anak kelaparan, kemudian tetangga saya merasa kasihan padanya sehingga mereka memberi makan dia juga," pungkasnya.
Sementara itu, seorang dokter keluarga, Subodh Bandyopadhyay (35), yang merawat Suman sejak ia masih bayi, mengatakan bahwa pertumbuhan Suman tidak lazim dan orang tua Suman harus mengambil tindakan serius.
"Sudah waktunya orang tua mengambil tindakan serius, Jika dia terus makan dengan cara yang ia lakukan, ia akan mati karena serangan jantung dalam waktu dekat. Ini waktu yang terus mengkhawatirkan," ujar Subodh Bandyopadhyay. (imm/imm)
No comments:
Post a Comment